Membaca Al-Qur'an menjadi ibadah pilihan yang bisa dikerjakan kaum muslim selama bulan Ramadhan. Berikut pahala dan keutamaan orang yang senantiasa membaca Al-Qur'an menurut sabda Nabi SAW.
Syeikh Yusuf Qaradhawi dalam buku Kaifa Nata'amalu Ma'a Al-Qur'anil al-Azhim, mengungkapkan bahwa allah SWT menurunkan Al-Qur'an memmang untuk dibaca oleh para hamba. Selain itu, di wahyukan-nya Al-Qur'an juga agar manusia mendengarkannya dengan telinga mereka, memahaminya oleh akal, serta menjadi penenang hati.
Alasan yang demikian cocok bagi Al-Qur'an untuk dikatakan sebagai kitab yang menjadi ibadah apabila dibaca.
Melafalkan Al-Qur'an juga pas menjadi amal rutin yang dikerjakan umat islam pada bulan Ramdhan. Hal ini Syaikh Abdurrazaq Abdul Muhsin Al-Badr kemukakan dalam buku Fiqih Dia & Dzikir Jilid 2, karena Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadhan, tepatnya pada malam Lailatul Qadar.
Sehingga membacanya selama Ramadhan merupakan wujud memuliakan Al-Qur'an itu sendiri, mengagungkan penerimanya yaitu Nabi Muhammad SAW, serta mengistimewakan bulan dan waktu diwahyukan-nya kitabullah.
Abudin Nata dalam buku Bimbingan Praktikum Ibadah jelaskan membaca Al-Qur'an di sini, yakni bisa dengan melafalkan huruf-huruf, kata-kata dan kalimat-kalimat yang terdapat di dalam Al-Qur'an itu sendiri.
Cara pelafalan Al-Qur'an pun tak sama dengan bahan bacaan lainnya, lantarann ia lah kitabullah atau kalam Allah SWT yang langsung diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Untuk, itu ada etika dan adab tersendiri dalam membacanya.
Ulama As-Suyuthi dalam buku karangan Syeikh Qradhawi itu, menyebut hukumnya sunnah membaca Al-Qur'an dengan tartil. Di mana tartil bermakna membacanya secara perlahan, sambil memperhatikan huruf, harakat, hingga hukum tajwidnya.
Sebagaimana Allah SWT meyatakan dalam Surat-Almuzammil ayat 4: "Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan."
Keutamaan Membaca Al-Qur'an
Melalui sabdanya, Rasulullah SAW mengabarkan keutamaan orang yang melafalkan kitabullah itu. Di mana Al-Qur'an kelak akan menjadi penyelamat pembacanya di hari kiamat. Sesuai hadist riwayat Abu Umamah, bahwa Nabi SAW bersabda :
اقْرَعُوا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَاب
Artinya : "Bacalah Al-Qur'an karena ia akan datang pada hari kiamat menjadi penolong bagi para pembacanya." (HR Muslim)
Abdullah bin Amru juga meriwayatkan, ia berkata bahwa Rasulullah SAW menurutkan : "Siapa yang disibukkan olah Al-Qur'an sehingga tidak sempat meminta kepada-ku berikan kepadanya sesuatu yang paling baik yang aku berikan kepadanya sesuatu yang paling baik yang aku berikan kepada orang-orang yang meminta, dan keutamaan kalam Allah terhadap seluruh makhluknya." (HR Agmad &Thabrani)
Nabi SAW dalam riwayat dari Abu Musa Al-Asy'ari menyebutkan pula analogi orang yang membaca Al-Qur'an dan tidak. Rasulullah SAW berkata :
"Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur'An adalah seperti buah limau, baunya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seseorang mukmin yang tidak membaca AL-Qur'an adalah seperti buah kurma, tidak berbau namun rasanya manis Perumpamaan orang munafik-dalam riwayat lain, 'orang yang durhaka' yang membaca Al-Qur'an adalah seperti tumbuhan wangi, baunya wangi sementara rasanya pahit. Dan perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur'an adlah seperti buah labu pahit, tidak berbau dan rasanya pahit." (HR Bukhari, Muslim, Nasa'i & Ibnu Majah)
Pahala Membaca Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan
Syeikh Yusuf Qradhawi dalam bukunya menerangkan terdapat banyak ayat Al-Qur'an dan Hadist Nabi SAW yang menjajikan kaum muslim akan pahala dan balasan besar dengan membaca Al-Qur'an.
Seperti ganjaran yang tertera dalam Surat Fathir ayat 29-20 : "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an), menegakkan sholat dan mengnfakkan sebagian rezeki yang kamu anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi. (Demikian itu) agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambah karunia-nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
Dalam hadist riwayat Aisyah, rasulullah SAW mengungkap pahala melafalkan Al-Qur'an bagi umatnya itu, "Orang yang membaca Al-Qur'an dan pandai dalam membacanya, ia bersama malaikat yang mulia. Dan yang membaca Al-Qur'an dengan mengejanya (ia membacanya denagn sulit), ia mendapatkan dua pahala."(Muttafaq Alaih).
Selain itu, dalam riwayat Abu Said, beliau SAW juga menyatakan :"Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah akan mendapatkan satu kebaikan dan satu kebaikan berlipat sepuluh kali. Aku tidak katakan alif lam mim satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf , dan min satu huruf, (HR, Tirmidzi)
Ayak Al-Qur'an dan hadist-hadist tersebut adalah ganjaran membaca Al-Qur'an pada umumnya. Sementara seorang muslim yang melafalkannya di bulan Ramadhan, Nabi SAW katakan pahalanya setara ibadah dengan wajib.
Mengutip buku agar Timbangan Menjadi Berat oleh Budi Handrianto, Nabi SAW juga bersabda :
"Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yang lain, bulan yang Allah SWT telah menjadikan puasanya suatu kewajiban dan sholat malam di malam harinya sebagai suatu amalan sunnah.
Dan barang siapa yang menunaikan suatu amalan wajib di dalamnya samalah dia dengan orang yang mengajarkan 70 amalan wajib di bulan lain. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga."(HR Ibnu Khuzaimah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar