BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DAN GURU

 Semua manusia mempunyai orang tua dan suatu saat kita juga akan menjadi orang tua dari anak-anak kita. Nabi bersabda yang artinya; "Ridho Allah terletak pada ridho orang tua dan murka Allah terletak pada murka orang tua".

Peranan orang tua sangat besar bagi kehidupan kita, sehingga kalau kita menginginkan ridho Allah maka kita harus berbakti kepada orang tua. 

Orang tua yang dimaksud disini ada tiga macam, Yaitu:

1. Ibu dan Bapak, yaitu orang tua yang melahirkan dan mengasuh kita dari kecil sampai dewasa.

2. Mertua kita, yaitu bapak dan ibu dari suami kita.

3. Guru yaitu orang tua yang mendidik, mengajarkan ilmu kepada kita sehingga kita bisa tahu nama yang baik, mana jelek, mana yang hak dan mana yang batil.

Ada tiga cara berbakti kepada orang tua dan guru, Yaitu dengan cara 3 M:

1. MENTAATI

Kita wajib mentaati perintah orang tua, selama perintah tersebut tidak melanggar syariat agama. Nabi bersabda yang artinya, "Surga itu berada bawah telapak kaki ibu".

Seorang sahabat bertanya kepada Nabi, ya Rasulullah "Di dunia ini, siapa yang harus saya hormati pertama kali?"

Rasulullah menjawab:

"Ibumu".

Siapa lagi ya Rasulullah?

"Ibumu".

Siapa lagi?

"Ibumu. Siapa lagi?

Baru "Ayahmu".

Disini Rasulullah menyebut "Ibumu" sebanyak tiga kali dan menyebut ayah satu kali.

Maksud dari hadist ini adalah derajat dan kedudukan ibu lebih mulia tiga kali dibanding dengan kedudukan ayah. Ibu mengandung kita selama sembilan bulan, ibu menahan sakit yang luar biasa ketika melahirkan kita. Tapi ketita ibu melihat anaknya yang cantik atau tampan, lahir ke dunia dengan selamat, sakit yang dirasakan ibu hilang seketika berganti dengan senyum dan harapan agar anaknya sholeh atau sholehah.

Satu ibu bisa merawat tujuh anaknya, tapi tujuh orang anak belum tentu bisa merawat dan membahagiakan satu ibu. Satu ayah bisa menghidupi tujuh anaknya, tapi tujuh orang anak belum tentu dapat menghidupi satu ayah.

2. MEMULIAKAN

Allah berfirman dalam surah Al-Isro ayat 23

"Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya, atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah mereka perkataan yang mulia. "(Al-Isra (17): 23)

Hikmah yang bisa kita ambil dari surah Al-Isro' ayat 23 ada dua, Yang pertama adalh perintah bertauhid, tidak ada Tuhan selain Allah, jangan menyekutukan Allah dengan apapun. Perintah yang kedua adalah kita harus berbuat baik kepada ibu dan bapak.

Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, nilai sopan santun mulai pudar, unggah ungguh anak kepada orang tua mulia hilang. Ketika kita masih muda, orang tua bekerja keras, pergi pagi pulang sore karena ingin mencukupi kebutuhan rumah tangga, ingin bisa menyekolahkan anaknya sampai

Perempuan tinggi. Di dalam hari, dengan berurai air mata mereka berdoa, memohon kepada Allah supaya kita menjadi anak yang sukses dan berhasil. Tapi ketika si anak sudah sukses dan menjadi orang kaya, banyak anak yang tidak menghormati orang tua dan ada yang memperlakukan orang tua seperti pembantu. 

Begitu juga dengan guru kita. Kita harus memuliakan yang telah susah payah mendidik kita, pergi pagi pulang sore. Kadang sampai rumah masih harus memeriksa tugas muridnya. Hadiah yang yang paling membahagiakan bagi seorang guru adalah, apabila kita menjadi anak yang baik dan sukses.

Suatu saat kita silaturrahmi kepada guru kita dan berkata, "Pak, Bu, saya murid panjenengan". Masya Allah betapa bangganya mereka.

tetapi kenyataannya, sekarang ini banyak murid yang tidak menghormati dan tidak memuliakan guru. Diberi PR tidak dikerjakan, ulangan nyontek, diasehati marah-marah. Kadang pakai ngancam, karena mengandalkan kedudukan orang tuanya yang pejabat. Inilah yang menjadikannya ilmu tidak barokah dan tidak manfaat.

3. MENDO'AKAN

Sebagai wujud bakti kita kepada orang tua, setiap selesai sholat kita mendo'akan orang tua kita. Baik ketika orang tua kita masih hidup atau ketika orang tua sudah meninggal dunia. Sehebat apapun kita, setinggi apapun jabatan kita, tapi tanpa restu orang tua dan guru, maka tidak akan ada

ketenangan, keberkahan dan kebahagiaan dalam hidup.

4. MEMULIAKAN DAN TIDAK MEREMEHKAN MEREKA

Bapak dan ibu guru telah mencurahkan segala ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya untuk kita. Sudah sepatutnya kita menghormati mereka, memuliakan mereka, dan mendoakan mereka selalu.

5. MENGAMALKAN ILMUNYA DAN MEMBAGINYA KEPADA ORANG LAIN

Ilmu yang bermanfaat merupakan amal jariyah bagi seorang guru. Dengan mengamalkan dan membagikannya ilmu yang telah di berikan di jalan kebaikan, akan menjadi jalan pahala bagi Bapa Ibu guru kita.

6. TIDAK BERTINDAK KASAR, MENIPU, ATAU MEMBUKA AIB GURU

Seperti orang tua, guru juga adalah manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. jangan sampai menjadikan kekurangan guru sebagai celah untuk memperdaya mereka atau mengumbar-nya kepada siapa saja. Jika ingin mengingatkan lakukan dengan cara yang baik dan sopan

7. BERSIKAP SABAR TERHADAP GURU

Setiap orang, termasuk guru, memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Tidak jarang karakter dan kebiasaan guru tidak sesuai dengan kita inginkan. hal ini tidak boleh dijadikan alasan untuk bertindak tidak sopan atau bahkan kurang ajar terhadap guru Berusaha bersikap sabar menghadapinya dan menjaga rasa hormat kita akan membuat mereka ridho akan ilmu yang diberikan sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat.

8. SELALU MENDENGARKAN PERKATAAN GURU

Ketika guru sedang mengajar atau memberikan nasihat, haruslah kita dengarkan dengan seksama. Jangan sampai menunjukkan sikap tidak sopan dengan mengabaikan mereka atau acuh seperti berpaling atau menoleh tanpa keperluan jelas saat guru berbicara.


1 komentar:

KISAH NABI ADAM AS

Kisah Nabi Adam menceritakan terciptanya manusia pertama yang kelak akan menghuni bumi. Nabi Adam tercipta dari tanah dan Allah memuliakan-n...